SUMENEP, KABARBERITA.ONLINE
Ditengah kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Bio Solar dalam beberapa pekan terakhir, masyarakat Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, keluhkan dugaan maraknya pengisian jerigen dengan jumlah yang cukup fantastis di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 54.694.04 Ambunten, 22/07/2026.
Dugaan adanya praktik pengisian jerigen dengan sekala besar tentu memunculkan pertanyaan publik terkait kepatuhan terhadap aturan distribusi BBM. Mengacu pada ketentuan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) serta Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, pembelian BBM bersubsidi menggunakan jerigen tanpa melalui mekanisme sesuai aturan merupakan sebuah pelanggaran berat.
Keluhan ini muncul setelah sejumlah warga mengaku saat antri di SPBU Ambunten lebih lama dan seolah mendapat perlakuan tidak adil.
Salah seorang sopir angkutan barang inisial MD menuturkan jika dugaan pengisian BBM subsidi menggunakan jerigen dilakukan secara terbuka dan terang terangan disaat kondisi sedang ramai. Bahkan menurutnya, aktivitas tersebut kerap berlangsung pada malam hari saat terjadinya antrean kendaraan yang sangat panjang hingga mengganggu arus lalu lintas di sepanjang jalan sekitar SPBU.
"Ada dua mobil yang sering terlihat mengangkut solar pakai jerigen di SPBU Ambunten, keduanya pick-up L 300, warna hitam "tutur MD kepada media.
Sekali angkut "lanjut MD" satu mobil itu ful bermuatan jereng yang isinya solar. Dan itu terjadi hampir setiap hari,"ucapnya.
MD juga mengungkapkan kekecewaan dan pengalaman pahit yang dialaminya saat dirinya antri untuk membeli solar hingga berjam-jam. Namun sayangnya tak setetes pun BBM yang ia dapatkan.
"Saya antri sekitar dua jam, setelah pengisian solar ke jerigen sudah selesai dan armada yang memang biasa mengangkut keluar selang beberapa saat saya masuk. Tapi saya kecewa luar biasa ketika pihak SPBU bilang saatnya ganti karyawan, padahal kala itu solar ada, "ungkapnya.
"Akhirnya, saya pulang dengan tangan hampa dan rasa kecewa. Sebab jika saya mengikuti antrian berikutnya, tak tertutup kemungkinan sekitar jam 10 malam mobil saya baru bisa terisi,"imbuh MD.
Sumber lain inisial A juga menyampaikan hal yang sama, pengisian BBM bersubsidi ke jerigen tidak hanya diangkut menggunakan mobil pick-up L 300. Tapi menurutnya tak ayal kendaraan roda tiga juga kerap terlihat.
"Ada apa dengan SPBU Ambunten?, jerigen sebanyak itu kok seolah lebih di prioritaskan. Sementara kami ketika mau beli solar yang sudah jelas untuk transportasi malah siring dibatasi dari 200 hingga 300 ribu dengan dalih solar tidak cukup.
"Sebenarnya BBM bersubsidi itu untuk masyarakat atau terduga mafia?,"kata A dengan nada penuh keheranan.
Imam salah satu karyanya SPBU Ambunten saat di konfirmasi melalui panggilan WhatsApp tak menampik adanya hal tersebut, namun ia berdalih karna adanya rekom.
"Intinya kalo ada rekom kami layani, dan perlu diketahui bawah tidak keseluruhan jerigen di isi karna ada pembatasan kuota di setiap pergantian karyawan. Jadi untuk lebih jelasnya sampean sowan aja ke menejer, "cetus"imam.
Sementara Menejer SPBU Ambunten memelih bungkam saat di konfirmasi melalui chat WhatsApp.
(Redaksi)
